ketenangan

ketenangan
manusia tidak dapat terhindar dari yang namanya cinta dan kasih sayang

Kamis, 02 Januari 2014

materi pramuka


internet di indonesia

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
          Interconected Network merupakan kepanjangan dari Internet. Pengertian internet, internet juga dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem komunikasi global yang dapat menghubungkan komputer-komputer serta jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Secara fisik dianalogikan sebagai jaringan laba-laba (web) yang menyelimuti bola dunia dan terdiri dari titik-titik (node) yang saling berhubungan.
            Kebanyakan dari media komunikasi seperti telepon, musik, film, dan televisi dibentuk kembali maupun didefinisikan ulang oleh Internet, melahirkan layanan baru seperti Voice over Internet Protocol (VoIP) dan Internet Protocol Televisi (IPTV). Surat kabar, buku dan penerbitan cetak lainnya beradaptasi dengan teknologi situs Web, atau mengubah bentuk ke dalam blogging dan web feed. Internet memungkinkan untuk melakukan bentuk-bentuk interaksi melalui pesan instan, forum internet, dan jaringan sosial sehingga pertukaran informasi dapat dilakukan dengan cepat
            Per Juni 2012, lebih dari 2,4 miliar orang-lebih yang merupakan sepertiga populasi manusia di dunia telah menggunakan layanan Internet. Sekitar 100 kali lebih banyak orang daripada yang menggunakannya pada tahun 1995, ketika sebagian besar digunakan oleh orang-orang menengah dan orang-orang kelas atas di Amerika Serikat dan beberapa negara lain.
            Dengan berbagai keunggulan dan kegunaan internet tersebut, kelompok tiga ingin mendiskusikan “Pengaruh Penggunaan Internet Terhadap Prestasi Siswa”
B.    Rumusan Masalah

1.    Apa saja dampak yang ditimbulkan dari penggunaan internet?
2.    Apa pengaruh dampak tersebut terhadap siswa?

C.   Tujuan

1.    Mengetahui dampak-dampak negatif dan positif yang ditimbulkan dari penggunaan internet.
2.   Mengetahui pengaruh dampak tersebut terhadap siswa untuk menghindari dampak negatif dari penggunaan internet.










BAB II
PEMBAHASAN
A.     Dampak Pengunaan Internet
      Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan internet sudah merupakan ‘makanan’ sehari – hari dalam kehidupan, baik tua maupun muda. Bila anda mundur kembali ke 20 tahun silam, pada masa itu masyarakat masih mengandalkan media seperti televisi, surat kabar, radio yang tentunya masih memiliki keterbatasan akan keleluasaan informasi. Dengan berkembangnya internet serta dididirikannya perusahaan raksasa Yahoo (1994) dan Google (1998).
      Tidak bisa dipungkiri keberadaan internet cukup berperan dalam memajukan pengetahuan serta membantu pemecahan akan permasalahan yang dihadapi manusia melalui informasi. Namun dengan ketersediaannya sumber informasi yang tak terbatas membuat internet memiliki dampak positif dan negatif bagi pengguna. Berikut ini dampak dari penggunaan internet:
1.    Dampak Positif Internet
a.    Informasi dan pengetahuan yang tak terbatas
            Internet menyediakan sumber informasi yang tak terbatas selama 7 x 24 jam setiap waktu. Bahkan ketika tengah malam buta pada saat pertanyaan muncul dalam kepala anda dan tergelitik untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, anda dapat langsung mengakses internet melalui komputer, ponsel, gadget anda untuk menemukan jawabannya.
b.    Internet sebagai hiburan
            Selain sebagai sumber informasi, banyak pengguna yang mengakses internet hanya untuk bermain game, mendownload lagu, menonton streaming tv online dan banyak lagi. Mereka mencari internet dengan tujuan untuk mencari hiburan sebagai wadah untuk melepas stress mereka dari aktivitas sehari – hari.
c.    Biaya pengetahuan yang murah
            Tidak dapat dipungkiri, internet menyediakan akses informasi yang murah dengan segala ketidakterbatasan sumber berita dan informasi yang bisa anda dapatkan. Kendati demikian, tarif internet di luar negeri jauh lebih murah dibandingkan dengan di Indonesia.
d.    Internet sebagai sarana komunikasi efisien
            Bila kita mengingat masa 30 tahun silam, komunikasi jarak jauh yang digunakan oleh manusia kepada keluarga, sahabat ataupun kenalan saat itu adalah melalui surat, wesel (untuk mengirim uang) atau yang lebih jauh kebelakang adalah menggunakan telegram sebagai sarana pengirim pesan. Berkembang ke awak tahun 1990, komunikasi mulai berkembang dari sisi efisiensi dengan adanya telepon. Setelah internet muncul, komunikasi yang dapat dijangkau jauh lebih efisien dan praktis dengan keberadaan fungsi email, chatting, hingga voice chat yang menjangkau hingga ke seluruh dunia dengan biaya yang jauh lebih murah.
e.    Internet memungkinkan anda untuk mengenal orang dari segala penjuru dunia
            Dengan berkembangnya situs jejaring sosial, forum, blog  di internet sangat memungkinkan anda untuk mengenal orang dari segala suku bangsa dan negara dengan mudah meskipun tanpa harus bertemu secara fisik.
2.    Dampak Negatif Internet
a.    Informasi yang tak terfilter
            Sebagai wadah yang menyediakan akses informasi yang tak terbatas membuat informasi yang tersedia di internet berbaur antara informasi yang bermanfaat dan tidak membawa manfaat. Beberapa informasi yang tidak bermanfaat yang terkadang membawa pengaruh buruk bagi pengguna antara lain informasi yang bersifat pornografi, situs perjudian, kekerasan hingga informasi yang menyesatkan.
b.    Internet menyebabkan kecenderungan
            Banyak sekali pengguna internet yang rela menghabiskan waktu hingga seharian untuk ber-facebook ria, bermain game online dll. Kecenderungan akan internet dapat membuat orang menjadi lupa waktu serta menjadi malas. Tidak heran dewasa ini banyak sekali cafe internet ataupun warnet yang memasang tarif internet murah untuk penggunaan selama beberapa jam secara langsung.
c.    Dampak buruk bagi kesehatan
            Bila anda pernah hidup pada awal tahun 90′an tentunya mengingat bagaimana anda banyak sekali bermain dan menghabiskan waktu dengan teman – teman anda dengan bermain petak umpet, kelereng, kejar -kejaran dll. Mereka tidak mengenal internet pada saat itu. Banyak sekali orang yang tidak menyadari, terutama bagi mereka yang duduk berlama – lama menggunakan komputer dan internet dapat membawa dampak buruk terhadap kesehatan mereka, terutama jantung, otot dan aliran darah pada tubuh. Selain itu, dengan kecenderungan berlama – lama di depan komputer akan mengakibatkan menurunnya jaringan pada syaraf penglihatan sehingga menyebabkan rabun jauh pada mata.
d.    Keterbatasan pergaulan sosial
            Banyak sekali anak muda saat ini -terutama yang masih sekolah- menghabiskan waktu mereka pada saat pulang sekolah ataupun pada akhir pekan untuk bermain internet sepanjang hari. Kecenderungan yang berat pada internet dapat berakibat pada keterbatasan pergaulan sosial secara fisik.
B.    Pengaruh Dampak Internet Terhadap Prestasi Siswa
            Dari dampak-dampak yang ada dapat memberi pengaruh terhadap prestasi siswa, diantaranya adalah:
1.    Dampak Positif Internet

a.    Informasi dan pengetahuan yang tak terbatas
            Internet yang menyediakan sumber informasi yang tak terbatas selama 7 x 24 jam setiap waktu, mempermudah siswa mendapat informasi tentang banyak hal khususnya materi pembelajaran. Dengan begitu pengetahuan siswa tidak terbatas pada apa yang diberikan guru di sekolah.
b.    Internet sebagai hiburan
            Selain sebagai sumber informasi, internet juga sebagai media hiburan. Siswa yang penat beljar dapat menyegarkan otak dengan bermain game online, mendownload musik, dll.
c.    Biaya pengetahuan yang murah
            Tidak dapat dipungkiri, internet menyediakan akses informasi yang murah dengan segala ketidakterbatasan sumber berita dan informasi yang bisa anda dapatkan. Hal ini, membantu siswa untuk lebih mempermudah siswa mencari informasi dengan biaya murah.
d.    Internet sebagai sarana komunikasi efisien
            Setelah internet muncul, komunikasi yang dapat dijangkau jauh lebih efisien dan praktis dengan keberadaan fungsi email, chatting, hingga voice chat yang menjangkau hingga ke seluruh dunia dengan biaya yang jauh lebih murah sehingga informasi cepat menyebar.
e.    Internet memungkinkan anda untuk mengenal orang dari segala penjuru dunia
            Internet sangat memungkinkan siswa untuk mengenal orang dari segala suku bangsa dan negara dengan mudah meskipun tanpa harus bertemu secara fisik. Hal ini dapat menambah pengetahuan siswa tentang kebudayaan dan teknologi dari daerah bahkan negara lain.


2.    Dampak Negatif Internet

a.    Informasi yang tak terfilter
            Beberapa informasi yang tidak bermanfaat yang terkadang membawa pengaruh buruk bagi pengguna antara lain informasi yang bersifat pornografi, situs perjudian, kekerasan hingga informasi yang menyesatkan. Hal ini menyebabakan penurunan moral pada siswa.
b.    Internet menyebabkan kecenderungan
            Banyak sekali pengguna internet yang rela menghabiskan waktu hingga seharian untuk ber-facebook ria, bermain game online, dan sebagainya sehingga siswa cenderung lupa waktu dan tidak berminat pada hal lain terutama pelajaran.
c.    Dampak buruk bagi kesehatan
            Dengan berlama-lama menggunakan komputer dan internet dapat membawa dampak buruk terhadap kesehatan mereka, terutama jantung, otot dan aliran darah pada tubuh. Selain itu, dengan kecenderungan berlama – lama di depan komputer akan mengakibatkan menurunnya jaringan pada syaraf penglihatan sehingga menyebabkan rabun jauh pada mata. Bila fungsi mata terganggu, maka prose belajar juga terganggu.



d.    Keterbatasan pergaulan sosial
            Kecenderungan yang berat pada internet dapat berakibat pada keterbatasan pergaulan sosial secara fisik. Hal ini disebabkan kurangnya interaksi terhadap sekitar sehingga kepedulian terhadap orang lain menurun.

METODE PEMERIKSAAN DAN IDENTIFIKASI BAKTERI Aeromonas hydrophila. PADA KOMODITI MAS KOI (Cyprinus carpio )


OLEH :NURUL FUADAH ARIFIN
PEMBIMBING :Drs. Yakub Sulaeman,M.Pd DAN Liliana Jafar,S.Pi
ABSTRAK :
Di balai besar karantina ikan pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan untuk mengidentifikasi bakteri kita harus steril terlebih dahulu dan alat dan bahan yang digunakan juga harus steril agar tidak terjadi kontaminasi silang maka dari itu keberhasil mengidentifikasi tergantung dari kesterilan alat dan bahan  yang digunakan, dalam pemeriksaan kita hanya ingin mengetahui apakah sampel tersebut positif bakteri Aeromonas hydrophila atau negatif Aeromonas hydrophila
Dalam pemeriksaan bakteri banyak tahap yang harus digunakan yang utamanya yaitu sterilisasi alat dan bahan, kemudian dilakukan isolasi bakteri, pemurnian bakteri, uji lanjut/uji biokimai dan yang terkhir ialah pembacaan uji biokimia/ identifikasi bakteri.
PENDAHULUAN
    A. Latar Belakang
Kondisi geografis provinsi Sulawesi Selatan untuk  sektor perikanan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk dikembangkan sebagai kegiatan usaha perikanan. Kegiatan usaha perikanan tersebut harus dilakukan sebaik-baiknya, yang dapat memberi manfaat kepada masyarakat, juga harus melindungi sumber daya hayati secara berkesinambungan.
Berkembangnya usaha perikanan tersebut diikuti pula dengan meningkatnya frekuensi lalu lintas komoditi perikanan yang sesuai dengan UU.NO.16 Tahun 1992,yaitu mencegah masuk dan tersebarnya HPIK baik masuk dan keluar wilayah Republik Indonesia, maupun dari suatu area ke area yang lain.
Dalam usaha pencegahan masuknya Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK) dari luar negeri ke Indonesia dan mencegah penyebarannya antar wilayah di Indonesia, diperlukan suatu tindakan karantina, hal ini diperlukan  sebagai upaya pemcegahan penyebaran bibit penyakit. Beberapa kasus penyakit bakterial telah terjadi dibeberapa negara misalnya di Amerika 
Serikat 60-70% dari ikan hias impor adalah dari asia tenggara termasuk Indonesia .dari Amerika Selatan 5%  dan sisanya adalah ikan asli terutama dari florida, dimana hasil pengamatan bakteriologi menunjukan 68% ikan yang dari Asia Tenggara mengandung bakteri didalam darah, lendir, daging, dan air medium .
Dampak meningkatnya lalu lintas perikanan tersebut adalah semakin memberi peluang terjangkitnya HPIK di wilayah Republik Indonesia khususnya di daerah Sulawesi Selatan.
Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar melakukan pengawasan terhadap komoditi perikanan yang dilalulintaskan termasuk komoditi mas koi (Cyprinus carpio sp) yang disertai dengan sertifikat (Health Certificate).
Untuk itu  perlu di adakan upaya mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Ikan (HPI), dilakukan melalui kegiatan Karantina Ikan dimana berdasarkan  Undang-Undang Nomor : 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, ikan dan tumbuhan dan dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 15 tahun 2002 tentang Karantina Ikan adalah institusi pemerintah yang memiliki  Tugas dan Fungsi (Tusi) sebagai pengamatan terdepan di dalam upaya mencegah masuk dan tersebarnya  Hama dan Penyakit ikan  Karantina (HPI/HPIK) yang mempunyai potensi merusak kelestarian sumber daya hayati perikanan, baik yang berasal dari kegiatan antar area, dalam negeri (domestik masuk/keluar), maupun kegiatan Ekspor/ impor. Selain itu di perlukan penerapan sistem pemeriksaan  dan metode  diagnosa/identifikasi  Hama dan Penyakit  Ikan secara  tepat  yang di dukung oleh sarana dan prasarana  yang sesuai dengan pendekatan  sistem dan metode terbaru. 
Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) adalah semua Hama dan Penyakit Ikan yang belum terdapat dan/atau telah terdapat hanya di area tertentu di wilaya Negara Republik Indonesia yang dalam waktu relatife cepat dapat mewabah dan merugikan sosial ekonomi atau yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Mas koi merupakan komoditi perikanan yang saat ini mempunyai nilai ekonomis tinggi dimana mas koi merupakan komoditi perikanan yang banyak diminati karena daya tarik yang tinggi, selain daya tarik yang tinggi  warna dan corak pada tubuh ikan mas koi yang banyak diminati, sehingga permintaan ikan mas koi terus meningkat, baik ekspor maupun domestik.
Berdasarkan pada hal-hal diatas, maka judul yang penulis ambil dalam Praktik Kerja Lapang (PKL) ini yaitu ”Metode Pemeriksaan dan Identifikasi Bakteri Aeromonas hydrophyla  pada komoditi ikan mas koi (Cyprinus carpio) dBalai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar
B Kegiatan - Kegiatan
1. Sterilisasi Alat Dan Bahan
 Sterilisasi adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan untuk  membebaskan suatu alat atau bahan dari bentuk kehidupan. Sterilisasi alat dan bahan yang dilakukan di BBKIPM adalah sebagai berikut:
a. Sterilisasi Kering
          Sterilisasi kering yang digunakan yaitu dengan menggunakan oven. Sterilisasi ini digunakan untuk mensterilkan alat-alat yang terbuat dari kaca atau gelas seperti tabung reaksi, cawan petri, tabung erlenmeyer, pipet dan sebagainya. Alat yang akan disterilkan terlebih dahulu di masak menggunakan kompor dengan suhu tinggi hingga panci yang berisi alat dan bahan bekas bakteri mendidih, lalu dilakukan kegiatan mencuci alat dan bahan menggunakan deterjent kemudian itu dibilas menggunakan larutan alkohol 70% setelah itu dikeringkan dan dibungkus menggunakan kertas bersih(kertas kopi) dengan rapi jangan sampai ada cela agar tidak terjadi kerusakan seperti alat dan bahan pecah atau hangus lalu dimasukkan kedalam oven disusun dengan rapi. Suhu yang digunakan pada oven yaitu 160 0C selama 2 jam, hal ini dimaksudkan untuk mengoksidasi cairan yang ada pada tubuh bakteri sehingga terjadi suatu dehidrasi dan pada akhirnya dapat membunuh mikroorganisme tersebut yang tidak diinginkan.
b.  Sterilisasi basah
Sterilisasi Basah yaitu sterilisasi yang menggunakan suhu panas dan uap air secara bersamaan dengan menggunakan autoclave. Umumnya digunakan untuk mensterilkan bahan yang akan digunakan seperti bahan uji ataupun bahan media tumbuh. Hal ini sesuai dengan pendapat Hadioetomo( 1993) yang menyatakan bahwa sterilisasi dilakukan dalam autoclave dengan suhu 121 0C dalam waktu 15 menit dengan tekanan 1 atm. Suhu ini merupakan ketetapan, karena umumnya organisme tidak dapat bertahan hidup pada suhu dan waktu tersebut. Setelah 15 menit, maka autoclave dapat dimatikan. Biarkan autoclave sampai tekanannya menjadi 0 atm dan suhu kurang dari 100 0C, setelah itu media dapat dikeluarkan.
2. Pembuatan Media Tumbuh
Media biakan merupakan suatu zat yang digunakan untuk menumbuhkan jasad renik di laboratorium, fungsi dari suatu media biakan adalah memberikan tempat kondisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan dari mikroorgansme yang di tumbuhkan. Oleh sebab itu setiap media harus memenuhi nutrient yang ditumbuhkan oleh bakteri agar dapat berkembang biak. 
Mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang disebut media. Sejumlah besar mikroorganisme memerlukan unsur-unsur yakni unsur lengkap, vitamin-vitamin dan senyawa tambah lain. Umumnya media yang digunakan TSA (Tryptic Soy Agar) dan BHIA (Brain Heart iron Agar). Median ini dilarutkan dengan aquades dan dihomogen diatas hot plate dan Stirrer lalu di autoclave untuk menghindari terjadinya kontaminasi, kemudian dituang kedalam cawan petri sebanyak 20 ml dan tabung reaksi sebanyak 10 ml. penuangan media tumbuh dilakukan di laminary flow untuk mencegah agar media tumbuh yang dituang tidak terkontaminasi dengan dunia luar. Setelah itu, dilakukan penuangan di cawan petri  dalam laminari flow , media dituang sebanyak 20 ml pada cawan petri dan 10 ml pada tabung reaksi dan dilakukan sterilisasi kembali menggunakan ultra violet (UV).
B. HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Isolasi Bakteri
Isolasi merupakan cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungannya seperti yang terdapat pada organ organisme (ikan), sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni bakteri. Mengisolasi bakteri dilakukan di dalam laminary flow secara aseptik dan teliti Teknik isolasi bakteri terdiri dari 2 yaitu teknik ulas dan teknik gores, untuk ikan yang masih larva digunakan teknik ulas yaitu dengan menggerus larva tersebut hingga halus menambahkan pengencer berupa aquades 2 ml, hasil dari campuran tersebut diambil menggunakan pipet kemudian dimasukkan ke dalam media tumbuh lalu diulas secara merata. 
Pada ikan Mas menggunakan teknik gores. Bakteri diisolasi menggunakan jarum inokulum (ose) yang terlebih dahulu dipanaskan di api bunsen, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kontaminasi bakteri dari udara. Jarum ose yang telah dipanaskan lalu ditusukkan ke organ target yang di duga mengandung pathogen dan selanjutnya digoreskan kepermukaan media BHIA secara zig-zag dan hati-hati. Setelah proses isolasi bakteri selesai, maka media tumbuh tersebut dimasukkan ke dalam ikubator dengan suhu 27 0C – 30 0C dan diinkubasi selama 24 – 48 jam.
b. Pemurnian Bakteri
Kultur murni ialah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal. Pemurnian dilakukan dari isolasi bakteri yang telah diinkubasi selama 24 – 28 jam, bakteri yang telah diinkubasi biasanya terdiri dari beberapa koloni bakteri. Sehingga diperlukan pemurnian bakteri secara aseptik agar kita hanya memperoleh satu jenis bakteri saja didalam media tumbuh tersebut 
Banyak kesulitan yang dihadapi dalam mengidentifikasi bakteri karena penggunaan sediaan bakteri yang tidak murni sejak awal kegiatan isolasi dan identifikasi bakteri dilakukan. Sebelum organisme dapat diidentifikasi, bakteri tersebut harus dipersiapkan terlebih dahulu dalam keadaan murni (kultur murni). Hal ini berarti bahwa bakteri yang tumbuh berasal dari satu induk. Jika ada 2 organisme atau lebih yang tumbuh pada media kultur, satu dari 4 kemungkinan dapat terjadi:
1).   Setiap organisme tumbuh secara independen. 
2). Satu jenis bakteri mungkin memproduksi substansi yang menunjang  pertumbuhan bakteri lainnya (sinergi), 
3)  Satu jenis bakteri menghasilkan substansi yang menghambat perkembangan bakteri lainnya, 
4)  Satu jenis bakteri dapat tumbuh lebih cepat dari lainnya dan menghambat bakteri lainnya terhadap beberapa elemen penting dalam suplai makanan.
Pemurnian dilakukan dengan 4 goresan, bakteri diambil dari media tumbuh BHIA secara aseptik dan digoreskan pada media kultur murni BHIA, setelah goresan pertama selesai, lalu jarum ose dipanaskan dan setelah dingin dilakukan goresan kedua, dari goresan kedua ke goresan ketiga tidak perlu memanaskan jarum ose, hal ini dimaksudkan jumlah koloni bakteri dari goresan kedua sudah mulai sedikit, sedangkan goresan keempat terpisah dari goresan 1, 2 dan 3. Setelah kultur murni selesai, bakteri tersebut diinkubasi dengan suhu 270C – 30 0C selama 24 – 28  jam di inkubator.
Proses pemurnian bakteri ini dilakukan unuk mendapatkan koloni bakteri yang benar-benar murni. Untuk bakteri Aeromonas hydrophila mempunyai karakteristik sebagai berikut, cembung dengan pigmen yang agak kecoklatan (Alifuddin.1993).
Tabel 5. Karasteristik Aeromonas hydrophila
KARAKTERISTIK
Aeromonas hydrophila
Acid Production From :

1. Lactose
-  (+)
2. Maltose
+
3. Sucrose
(+)  -
4. Phenylalanine diaminase
-
Oksidase
+
Christensen’s urea
-  (+)
Simmon’s Citrate
(+)  -
Motility
+
Arginine dihydrolase
+
Lysin decarboxylase
-  (+)
Ornithin decarboxylase
-
Sumber  :  Marvin L. Speck, 1977
c. Uji Lanjut/uji biokimia
Uji biokimia dilakukan untuk dapat mengidentifikasi bakteri yang menyerang ikan, selain dengan melihat bentuk dan warna koloni bakteri. 
1) Pewarnaan gram
Tujuan dari pewarnaan bakteri adalah Mengamati bentuk morfologi dan membedakan struktur yang terdapat dalam sel bakteri. Penentuan gram (+) dan gram (-) dilakukan berdasarkan pembentukan reaksi warna terhadap pigmen selnya. Warna ungu/violet menunjukkan gram (+) sedangkan warna merah menunjukkan gram (-). 
Salah satu teknik perwarnaan yang paling penting dan paling luas digunakan untuk bakteri ialah pewarnaan gram (irawan, 2008). Uji pewarnaan gram dilakukan untuk mengetahui bentuk dari koloni bakteri tersebut dan untuk menentukan warna bakteri apakah termasuk dalam gram negative atau gram positif. Dalam proses ini olesan bakteri yang terfiksasi dikenai larutan-larutan antara lain Kristal violet, larutan yodium, alkohol (bahan pemucat), dan safranin atau beberapa pewarna tandingan lain yang sesuai.
Beberapa proses pewarnaan gram yaitu mengambil biakan bakteri, lalu digoreskan diatas objek glass dan diratakan tipis-tipis agar bakteri tersebut tidak menumpuk sehingga mudah diamati, setelah kering lalu difiksasi diatas api Bunsen agar bakteri tersebut benar-benar melekat pada objek glass, tetapi perlu diingat bahwa proses fiksasi jangan terlalu lama dan panas karena dapat menyebabkan bakteri rusak. Setelah fiksasi dilakukan pewarnaan yaitu gram A (Kristal violet) yang menberikan warna ungu pada bakteri dan dilakukan selama 1 menit, kemudian dicuci atau dibilas dan dikeringkan. Setelah gram A dilanjutkan pada gram B (iodine) selama 1 menit, lalu dibilas dengan air mengalir dan dikeringkan. Setelah kering dilanjutkan pada gram C (ethanol) selama 30 detik, lalu dibilas dan dikeringkan, dan yang terakhir adalah gram D (safaranin) selama 2 menit lalu dibilas dan dikeringkan. Setelah kering lalu diamati dibawah mikroskop.
Hasil Pewarnaan Gram A.hydrophila
     Adapun hasil yang diperoleh pada sampel yang diisolasi dari bakteri ikan Mas  pada target lesi di badan dan ginjal setelah melakukan pengamatan ditemukan bakteri Aeromonas hydrophilla berwarna merah muda bersifat negatif (-) dengan bentuk batang (Road) , maka pewarnaan gram adalah (R-) .(Gambar 15).
2) Media  oksidase
Uji oksidase dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya enzim oksidase pada bakteri tersebut. jika kertas oksidase berwarna biru maka uji oksidase positif, sedangkan apabila tidak terjadi perubahan warna maka uji oksidase negatif.
3) Media  MIO
Uji MIO terdiri terdiri dari motil, indol dan ornithin. dilihat perubahan yang terjadi. Apabila biakan bakteri menyebar dari garis tusukan maka motil positive, sedangkan apabila terjadi perubahan warna menjadi ungu maka ornithin positive dan apabila terjadi cincin merah setelah pemberian larutan kovak’s maka indol positive. 
4) Media  Lysine decarboxilase
Media  LIA  terdiri dari  goresan  miring/slant  (diaminase)  dan  tusukan  lurus/butt  (decarboxylase),  Jika  terjadi  perubahan  warna  pada  slant  dan  butt  menjadi  ungu  tua  maka  uji  LIA  ini  positif,  dan  apabila  tidak  terjadi  perubahan  warna  maka   pembacaannya  negative.  Media  akan  berubah  warna  menjadi  hitam  apabila  bakteri  yang  diuji  mampu  menghasilkan  gas  (H2S).
5) Media  Urease
Uji  urease  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kemampuan  bakteri  menghasilkan  enzim  Urease.  Jika  terjadi  perubahan  warna  dari  kuning  menjadi  merah  muda,  maka  uji  Urase  positif  dan  apabila  tidak   terjadi  perubahan  warna  pada  media  urea  maka  uji  Urease  negative.
6) Media  Lactose,maltose , dan sukrose, L-phenyle
Uji  gula-gula  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  kemampuan bakteri  melakukan  fermentasi  karbohidrat.  Jika  terjadi  perubahan  warna  maka  pengujian  tersebut  positif  dan  apa  bila  tidak  terjadi  perubahan  warna  maka  pengujian  tersebut  hasilnya  negatif.
7) Media  Simons citrate agar (SCA)
Uji  SCA   Setelah  diinkubasi,  diamati  perubahan  warna  yang  terjadi.  Jika  terjadi  perubahan  warna  dari  hijau  menjadi  biru  maka  uji  SCA  positif,  sedangkan  apabila  tidak  terjadi  perubahan  warna  maka  uji  SCA  negatif.
8) Media  Arginine
Uji  Arginine  dihydrolisis  Jika  terjadi  perubahan  warna  dari  kuning  menjadi  merah  muda  berarti  uji  Arginine  positive,  sedangkan  apabila  tidak  terjadi  perubahan  warna  maka  uji  Arginine  negative.
c .  Identifikasi  Bakteri
Identifikasi bakteri adalah membandingkan bakteri yang belum diketahui dengan bakteri yang sudah 
Identifikasi mikroba berguna untuk mempelajari secara detail karakter fisik, kimiawi, dan biologis mikroba.
C.Kesimpulan dan saran
kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat di ambil dari praktek kerja lapang di Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Makasar adalah sebagai berikut:
a. Seluruh kegiatan Mikrobiologi harus di lakukan dalam keadaan steril dan alat dan bahan yang akan di gunakan dalam kegiatan Mikrobiologi harus disterilisasikan terlebih dahulu untuk menghindari kontaminasi dari luar.
b. Kegiatan metode Identifikasi meliputi isolasi bakteri , pemurnian bakteri, pewarnaan gram, uji lanjut, pembacaan uji lanjut dan identifikasi bakteri.
c. Media yang di gunakan dalam metode Identifikasi bakteri ini yaitu media tumbuh BHIA dan media-media uji lanjut  yang terdiri dari uji pewarnaan Gram, uji  Oksidase, Mio, Urease, SCA, Arginin Dihydrolisis, Laktosa, Sukrosa, Maltosa dan L-phenil.
d. Indikator dari hasil pengujian biokimia  bakteri Aeromonas hydrophila memiliki karasteristik yaitu bentuk sel batang (road), motil , gram (-), oksidase (+), arginine (+), dan ornithin decarboxylase (-),dan maltosa (+).
B. Saran 
a. Dalam setiap kegiatan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat setiap melakukan kegiatan harus memenuhi prosedur  di antaranya Menggunakan masker, Handscool, dan baju laboratorium, namun terkadang hal ini  di abaikan, setiap melakukan kegiatan di Laboratorium seharusnya memenuhi segala bentuk prosedur yang ada agar tidak terjadi kontaminasi silang pada saat pengujian bakteri.
b. Hendaknya selalu menjaga mutu dan kesterilan media uji( baik media agar maupun media cair ), alat, serta keadaan ruangan dari kontaminasi luar sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mengidentifikasi bakteri pada waktu pembacaan hasil pengujian. 
c. Sebaiknya pada waktu kegiatan pemeriksaan bakteri, tidak menggunakan AC untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi silang terhadap manusia, sebab kontaminasi dalam jumlah yang besar akan memberikan efek terhadap kesehatan manusia. 
DAFTAR PUSTAKA
Afrianto dan Liviawathy.1999, identifikasi penyakit.
Alifuddin, 1993,kultur murni
Anonim, 1992. http://id.wikipedia.org/wiki/Perikanan. 
Austin, B. dan Dawn. 1993. 9http://id.wikipedia.com/go). 
Buller, N.B., 2004. Bacterial from fish and other aquatic animals : A practical identification manual. Cabi Pub. Massachusetts, USA
Craig , 2007. Directorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan. Kementrian Kelautan dan Perikanan. (http://id.wikipedia.com/go), 
Fulton, MacDonald. 2003, aeromonas hydrophila.
Hadioetomo, Ratna Siri. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Pt. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, diakses 20 maret 
Heru dan Agus. 1996 penyakit Aeromonas hydrophila.
Marvin,L.Speck . 1976 , klasifikasi Aeromonas hidrophila.
Taupik dan Bastian. 2003Aeromonas hidrophila
Yuasa, Kei, dkk. 2003. Pandungan Diagnosa Penyakit Ikan. (www.lintasberita.com/go